‘Malu aku malu pada semut merah
Yang berbaris di dinding menatapku curiga
Seakan penuh tanya, “sedang apa di sini?”
“Menanti pacar,” jawabku’.
Suara Samuel Keh (15) menggema memenuhi halaman Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Kupang. Siswa kelas 117 itu menyanyikan lagu “Kisah Kasih di Sekolah”, berpasangan dengan Anggalia Mayopu (16), siswa kelas 122 SMA Negeri 7 Kupang.
Beberapa detik kemudian, ketika sambil berpegangan tangan keduanya menyanyikan “Sungguh aneh tapi nyata takkan terlupa// Kisah kasih di sekolah dengan si dia// Tiada masa paling indah// Masa-masa di sekolah// Tiada kisah paling indah// Kisah kasih di sekolah//”, seluruh siswa yang memadati lapangan berteriak histeris, seolah-olah menyaksikan dua muda-mudi menuju pelaminan. Aneh memang: perpaduan suara itu membuat seorang siswi menepuk pundak sahabatnya sambil tertawa girang.
Penampilan Samuel dan Anggalia tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-29 Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Kupang, yang diselenggarakan di halaman sekolah bersangkutan, Jumat (25/7/2025). Selain olah vokal, para siswa juga menampilkan ragam kegiatan, seperti pembacaaan puisi dan tari-tarian.
Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau, mengatakan kegiatan dengan tema “Menuju Sekolah Berkarakter, Berbudaya, Berprestasi, dan Bersaya Saing” ini bisa terselenggara dengan baik berkat kerja sama dari berbagai pihak.
Dirinya menyebut, selama perjalanan sekolah ini, ada banyak hal yang telah dilakukan, dan atas dedikasi mereka terhadap pendidikan, mereka pun mendapatkan sejumlah penghargaan.
Misalnya, tahun 2024, SMAN 7 Kupang menerima penghargaan Most Popular School Excellent Award 2024 dalam kategori The Most Admired High School in Innovation and Excellent Learning Program of the Year. Penghargaan ini diberikan oleh 5 Pilar Media Communication, bekerja sama dengan National Awarding Research Center.
Selain itu, pada tahun 2025, Kartini Kabu, seorang siswa berbakat dari SMAN 7 Kota Kupang, mencetak prestasi gemilang dengan terpilih sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia 2025 mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kartini berhasil lolos melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat selama 2 bulan. Sebelum berangkat ke Jakarta pada Selasa (04/02/2025), Kartini sempat berpidato di lapangan SMAN 7 Kota Kupang, memberikan motivasi kepada siswa-siswi lainnya. Dalam pidatonya, ia berbagi pengalaman tentang proses seleksi yang ia jalani, termasuk tantangan yang dihadapi, dan bagaimana ia berusaha untuk terus berkembang.
Selain itu, sambung Wemvrid, SMA Negeri 7 Kupang pun terus mendorong tumbuhnya potensi siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang membentuk karakter dan keterampilan abad 21. Beberapa Kegiatan unggulan adalah Pramuka⸺membina kepemimpinan dan kemandirian, Drumband⸺mengasah kedisiplinan dan kekompakan, serta Kelas Jurnalistik⸺melatih kepekaan terhadap isu dan keterampilan menulis naratif.
Sebagai bagian dari gerakan literasi, sekolah ini juga pernah berkolaborasi dengan KODA Bookstore mengadakan pelatihan menulis cerpen. Hasilnya, lahirlah buku antologi karya siswa berjudul "Bukankah Waktu dan Cinta Sekadar Ilusi?"—bukti nyata kreativitas yang layak dibanggakan.
“Usia 29 tahun bukan usia yang singkat,” ujar Wemvrid Boimau. “Di balik perjalanan ini, ada pengorbanan, dedikasi, bahkan air mata yang menyertai perjuangan para perintis dan orang tua. Saya tidak bisa menyebut satu per satu, namun saya percaya semua pengabdian itu membawa kita sampai di titik ini.”
Ia menegaskan bahwa tema perayaan tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita besar yang ingin diwujudkan bersama.
“Kami ingin membentuk siswa-siswi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan menghargai budaya. Karakter tidak dibentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui proses bertahap dan berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah,” imbuhnya.
Wemvrid menambahkan sejumlah capaian sekolah, termasuk keterlibatan siswa dalam ajang OSN dan O2SN, hingga mewakili provinsi dalam berbagai kompetisi. Beberapa alumni bahkan telah berhasil diterima di perguruan tinggi kedinasan seperti STIS, serta lulus seleksi TNI dan Polri.
“Tahun ini banyak siswa kami yang lulus melalui jalur SNBP, sekolah kedinasan, dan TNI/Polri. Ini semua merupakan hasil kerja sama erat antara guru, siswa, dan orang tua,” tambahnya.
Wemvrid Boimau berharap agar semua prestasi yang telah ditorehkan ini harus terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
Pengawas Pembina SMA Negeri 7 Kupang, Jamaluddin Mahrun, mengapresiasi prestasi yang telah dicapai SMA Negeri 7 Kupang. Semua kemajuan ini terjadi berkat kerja sama antara seluruh elemen sekolah.
“Bapak Ibu Guru bukanlah orang yang pasif. Karena kekompakan inilah, maka kita bisa memajukan sekolah ini, dan bisa menyelenggarakan acara ini dengan baik,” kata Jamaluddin.
Saat ini, lanjut Jamaluddin, perubahan terjadi begitu cepat.
“Kita pun harus berubah. Kita harus bisa membuka pola pikir, sehingga bisa mencapai apapun yang kita inginkan. Kita harus paham literasi digital,” katanya.
Dia berpesan kepada seluruh elemen sekolah, terutama pegawai dan para guru, agar selalu loyal dan setia kepada atasan. Semua itu demi kemajuan SMA Negeri 7 Kupang.
Sementara itu, Martha Herewila, ketua Osis sekaligus wartawati sekolah, mengatakan bahwa persiapan mereka dalam menyukseskan acara ini cukup seru dan intens.
“Kami semua berusaha saling bantu supaya setiap rangkaian kegiatan bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Saya pribadi sangat senang melihat perkembangan sekolah yang makin positif, baik dari fasilitas maupun semangat siswanya,” kata Martha.
Dirinya berharap agar siswa diberi lebih banyak ruang untuk berkreasi dan terlibat aktif dalam program-program sekolah.
“Harapan saya, semoga SMAN 7 Kupang tetap jadi
tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar, berkembang, dan membangun
masa depan bersama,” tutupnya.(***)
Penulis: Tim Jurnalistik SMANTU-Kupang
Editor: Ambuga Lamawuran
